Kamis, 07 November 2013

LANJUTAN ANALISA KOPERASI MAHASISWA IT TELKOM



KOPERASI SEBAGAI BADAN USAHA

            Koperasi adalah badan usaha (UU No.25 tahun 1992). Sebagai badan usaha, koperasi tetap tunduk terhadap kaidah-kaidah perusahaan dan prinsip-prinsip ekonomi yang berlaku. Denagan mengacu pada kopsepsi system yang bekerja pada suatu badan usaha, maka koperasi sebagai badan usaha juga yang merupakan kombinasi dari manusia, asset-asset fisik dan non fisik, informasi dan teknologi. Ciri utama koperasi yang membedakannya dengan badan usaha lainnya (non koperasi) adalah posisi anggota. Dalam UU No. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian disebutkan  bahwa, anggota koperasi adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa koperasi.  Begitupun dengan  KOPMA Institut TeknologiTelkom merupakan tempat yang tepat untuk melatih jiwa kemandirian,dalam berusaha dan berbisnis serta melatih diri untuk menjadi seorang wirausahawan.

TEORI LABA

Ada 3 macam teori laba, yaitu :
1.    Teori Laba Menanggung Resiko (Risk- Bearing Theory Of profit). Menurut Teori ini, keuntungan ekonomi diatas  normall akan doperoleh perusahaan dengan resiko diatas rata-rata.
2.     Teori  Laba Frisional (frictional Theory Of Profit). Teori ini menekankan bahwa keuntungan menigkat sebagai suatu hasil ari friksi keseimbangan jagka panjang (long run equilibrium).
3.   Teori Laba Monopoli (Monopoly Theory Of Profits). Teori ini mengatakan bahwa beberapa perusahaan dengan kekuatan monopoli dapat membatasi output dan menekankan harga ang lebih tinggi daripada bila perusahaan beroperasi dalam kondisi persaingan sempurna. Kekuatan monopoli ini dapat diperoleh melalui :
·         Penguasaan penuh atas supply bahan baku tertentu
·         Skala ekonomi
·         Kepemilikan hak paten
·         Pembatasan dari pemerintah
Dari teori laba diatas, KOPMA Institut Teknologi Telkom termasuk dalam teori laba frisional, karena Dalam pelaksanaannya segala aktivitas ini akan berkembang dan meningkat dengan adanya masukan dan pengalaman serta dukungan dari berbagai pihak.
 
STATUS DAN MOTIF ANGGOTA KOPERASI

Status anggota koperasi sebagai suatu badan usaha adalah sebagai pemilik(owner) dan sebagai pemakai(users).Sebagai pemilik,kewajiban anggota adalah melakukan investasi atau menanam modal dikoperasinya. Sedangkan sebagai pemakai,anggita harus menggunakan secara maksimum pelayanan usaha yang diselenggarakan oleh koperasi.dan termasuk dalam keanggotaan koperasi. Seperti pada KOPMA Institut Teknologi Telkom memiliki status sebagai pemilik dan pemakain investasi.

RUMUSAN PEMBAGIAN SHU

SHUA = JUA + JMA
SHUA = Sisa Hasil Usaha Anggota
JUA = Jasa Usaha Anggota
JMA = Jasa Modal Anggota

Acuan dasar pembagian SHU adalah prisip-prinsip dasar koperasi yang menyebutkan bahwa pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masng-masing anggota. Dengan demikian SHU koperasi diterima oleh anggota bersumber dari 2 kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota itu sendiri, yaitu :

1.      SHU atas jasa modal
Pembagian ini juga sekaligus mencerminkan anggota sebagai pemilik, karena jasa atas modalnya tetap diterima dari koperasinya sepanjang koperasi tersebut menghasilkan SGU pada tahun buku yang bersankutan.

2.      SHU atas jasa usaha
Jasa ini menegaskan bahwa anggota koperasi selain pemilik juga sebagai pemakai atau pelanggan.

Berdasarkan rumus pembagian SHU, KOPMA Institut Teknologi Telkom bersumber dari SHU atas jasa usaha, yang menegaskan bahwa anggota koperesi selain pemilik juga sebagai pengguna atau pemakai.

PRINSIP-PRINSIP PEMBAGIAN SHU

1.      SHU yang di bagi adalah yang bersumber dari anggota
2.      SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yamg dilakikan anggota sendiri.
3.      Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan
4.      SHU anggota di bayar secara tunai
Dari prinsip diatas yang ada, KOPMA Institut Teknologi Telkom melakukan pembagian SHU secara yang bersumber dari anggota.

FUNGSI MANAJEMAN KOPERASI

Perangkat organisasi ada 3 bagian yaitu :
1.      Rapat anggota
2.      Dewan pengurus
Bertugas sebagai Perencana, Personifikasi Badan Hukum Koperasi, Kesatuan Pimpinan, Penyedia sumberdaya dan pengendali koperasi. Di KOPMA Institut Teknologi Telkom berikut adalah daftaftar pengurus anggotanya :
1.      Adhi Hidayatullah ( Ketua / Wakil )
2.      Rachmat Herdyono Saputra ( Sekretaris1 / Bendahara1 )
3.      Fajar Ridawan Prasetyo ( Sekretaris2 / Bendahara 2 )
4.      Erty Kasdiatika ( Staff Bidang )
5.      Dewan Pengawas

Bertugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan sekurang-kurangnya sebulan sekali atas tata kehidupan koperasi yang meliputi Organisasi, Manajemen, Usaha, Keuangan, Pembukuan, dan Kebijaksanaan Pengurus.





Sumber :

Kamis, 10 Oktober 2013

KOPERASI

KOPERASI MAHASISWA IT TELKOM


 Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Institut Teknologi Telkom merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di Institut Teknologi Telkom yang berbasis ekonomi dan berasaskan sukarela dengan keanggotaan yang bersifat terbuka bagi seluruh mahasiswa Institut Teknologi Telkom.

 SEJARAH DAN LATAR BELAKANG KOPERASI MAHASISWA (KOPMA) IT TELKOM

 Pada awal pendirian koperasi mahasiswa ini berdiri dengan nama KOPMA STT Telkom. Namun seiring adanya regulasi perubahan sistem pendidikan di kampus yang menyebabkan adanya perubahan sistem pendidikan secara resmi pada 23 Februari 2008 dari sekolah tinggi menjadi suatu institut, yang semula bernama Sekolah Tinggi Teknologi Telkom menjadi Institut Teknologi Telkom. Hal tersebut menyebabkan adanya perubahan nama KOPMA sendiri yang semula KOPMA STT Telkom menjadi KOPMA Institut Teknologi Telkom. Namun, gagasan pendirian Kopma Institut Teknologi Telkom berawal pada tahun 1992. Saat itu, melalui Senat Mahasiswa khususnya Biro Kesejahteraan Mahasiswa, memunculkan kepeduliannya akan keberadaan koperasi dalam lingkungan kampus. Gagasan ini berawal dari perlunya pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan mahasiswa melalui unit usaha yang dikelola oleh mahasiswa itu sendiri. Juga didukung keinginan untuk mengkoordinasi dana kesehatan mahasiswa ikatan dinas yang kemudian digunakan sebagai modal awal pendirian Kopma Institut Teknologi Telkom. Maka, pada 21 Januari 1993, Koperasi Mahasiswa Institut Teknologi Telkom resmi berdiri. Misi yang diemban adalah ”YANG TERBAIK UNTUK ANGGOTA”, yang menjadikan seluruh aktivitas Kopma Institut Teknologi Telkom lebih terarah. Yang akan selalu mengingatkan pengurus agar selalu menjaga performansi usaha dan kualitas pelayanan serta menyadarkan anggota bahwa kemajuan Kopma adalah tanggung jawab anggota sebagai pemiliknya. Namun, sejak tahun 1999, ada perubahan sifat keanggotaan Kopma yaitu yang semula wajib bagi mahasiswa Institut Teknologi Telkom menjadi sukarela. Keadaan tersebut tidak menjadikan performansi Kopma menurun. Kenyataan yang terjadi adalah tingkat kreativitas pengurus semakin meningkat.

 VISI DAN MISI

Kopma Institut Teknologi Telkom adalah menjadikan KOPMA sebagai salah satu organisasi berbasis ekonomi kerakyatan yang kuat mengakar pada anggotanya dan menjadikan KOPMA sebagai laboratorium usaha di kampus. Misi KOPMA Institut Teknologi Telkom adalah memberikan pelayanan yang terbaik untuk anggota dalam arti luas maupun sempit yang mampu menumbuhkembangkan kesejahteraan anggota, mampu memberikan wawasan ekonomi kerakyatan dengan kompetensi yang tinggi.

 TUJUAN KOPMA

Institut Teknologi Telkom bertujuan sebagai sentra pengkaderan dan kader koperasi serta sebagai tempat mengasah jiwa wirausaha (entrepreneurship). Sebagai sentra pengkaderan mengarahkan KOPMA sebagai institusi mahasiswa untuk berperan secara nyata dalam pembentukan kader-kader intelektual yang berkualitas. Sebagai kader koperasi memberikan peran KOPMA sebagai organisasi yang melaksanakan aktivitas koperasi dalam usahanya, melaksanakan nilai-nilai luhur koperasi.Sedangkan sebagai tempat mengasah jiwa wirausaha, KOPMA merupakan tempat yang tepat untuk melatih jiwa kemandirian,dalam berusaha dan berbisnis serta melatih diri untuk menjadi seorang wirausahawan.

 PENGERTIAN KOPERASI

 •Pengertian Koperasi Menurut International Labour Organization (ILO):Cooperative defined as an association of person usually of limited means, who have voluntarily joined together to achieve a common economic end through the formation of a democratically controlled business organization, making equitable contribution to the capital required and accepting a fair share of the risk and benefits of the undertaking.

•Pengertian Koperasi Menurut Arifinal Chaniago: Koperasi adalah suatu perkumpulan beranggotakan orang-orang atau badan hukum, yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggI kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.

 •Pengertian Koperasi Menurut P.J.V. Dooren: Koperasi tidaklah hanya kumpulan orang-orang, akan tetapi dapat juga merupakan kumpulan dari badan-badan hukum (corporate).

 •Pengertian Koperasi Menurut Moh. Hatta: Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong. Semangat tolong menolong tersebut didorong oleh keinginan memberi jasa kepada kawan berdasarkan prinsip seorang buat semua dan semua buat seorang. 

•Pengertian Koperasi Menurut Munkner: Koperasi adalah organisasi tolong menolong yang menjalankan urusniaga secara kumpulan, yang berazaskan konsep tolong menolong. Aktivitas dalam urusan niaga semata-mata bertujuan ekonomi, bukan sosial seperti yang dikandung gotong royong.

 •Pengertian Koperasi Menurut UU No. 25 1992: Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat, yang beradasarkan atas azas kekeluargaan.

 KONSEP KOPERASI

 Dari latar belakang sejarah perkembangan dan konsep pembentukan.KOPMA Institut Teknologi Telkom, dirumuskan aktivitas-aktivitas yang meliputi aktivitas pembinaan anggota dan aktivitas usaha. Dalam pelaksanaannya segala aktivitas ini akan berkembang dan meningkat dengan adanya masukan dan pengalaman serta dukungan dari berbagai pihak.Program pengembangan sumber daya anggota, dirumuskan aktivitas pembinaan anggota melalui kegiatan :

 1.Pendidikan dan Pelatihan Dalam rangka mempersiapkan kader koperasi yang tangguh serta memberikan kemampuan dan wawasan manajerial maka KOPMA Institut Teknologi Telkom melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan di antaranya Pendidikan Dasar dan Lanjut Perkoperasian, Pelatihan Kewirausahaan, Pelatihan Teknik Presentasi dan Berbicara di Depan Umum dan sebagainya.

 2.Kepanitiaan Berbagai kepanitian telah diselenggarakan KOPMA Institut Teknologi Telkom. Salah satu kepanitiaan yang diadakan tahunan adalah GHK (Giving Help with KOPMA). GHK merupakan kegiatan yang berbasis kemanusiaan dan sosial khususnya diperuntukkan untuk masyarakat sekitar kampus. Selain untuk sosial, GHK juga sebagai proses kaderisasi yang dilakukan secara tidak langsung oleh pengurus. Selain kegiatan pembinaan anggota juga dilakukan aktivitas usaha. Dan saat ini aktivitas usaha KOPMA Instiutu Teknologi Telkom bergerak di dalam bidang :

 1.) Minimarket KOPMart adalah nama yang unit usaha minimarket ini. KOPMart merupakan unit usaha utama (core business) yang menyediakan kebutuhan dasar (basic needs) bagi kampus Institut Teknologi Telkom.

 2.) Fotocopy FoKOPMA, nama unit usaha ini, menyediakan jasa pelayanan penduplikatan dokumen, penjilidan, laminating dan hal-hal lain yang berhubungan dengan dokumen. Selain itu juga terdapat paket soal latihan ujian tengah semester / ujian akhir semester (UTS / UAS) dan solusinya. Peralatan kantor dan alat-alat tulis juga terdapat pada unit usaha ini dikarenakan unit usaha minimarket memfokuskan penjualan kebutuhan-kebutuhan primer.

 3.) Usaha Isidentil Salah satu event yang ada di Institut Teknologi Telkom adalah PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) yang merupakan kegiatana tahunan yang mempermudah mahasiswa/i guna menempuh hidup baru di Institut Teknologi Telkom.

 4.) Flower Arch Melihat banyaknya anggota dan mahasiswa/i di Institut Teknologi Telkom yang membutuhkan jasa konveksi untuk kepanitiaan dan organisasi. Kami membuat usaha yang melayani, seperti pembuatan baju, jaket, dan ID Card.

 5.) Fast Pay Melihat banyaknya anggota dan mahasiswa di kampus Institut Teknologi Telkom berasal dari berbagai daerah diluar Bandung, maka kami bermaksud untuk mempermudah pembelian tiket transportasi yang biasa digunakan. Usaha terbaru ini melayani jasa pembelian tiket pesawat, kereta, dan travel, juga jasa pengiriman barang atau paket.

 PRINSIP-PRINSIP KOPERASI 

 1.PRINSIP-PRINSIP MUNKNER
• Keanggotaan bersifat sukarela
• Keanggotaan terbuka
• Pengembangan anggota
• Identitas sebagai pemilik dan pelanggan
• Manajemen dan pengawasan dilaksanakan scr demokratis
• Koperasi sbg kumpulan orang-orang
• Modal yang berkaitan dg aspek sosial tidak dibagi
• Efisiensi ekonomi dari perusahaan koperasi
• Perkumpulan dengan sukarela
• Kebebasan dalam pengambilan keputusan dan penetapan tujuan
• Pendistribusian yang adil dan merata akan hasil-hasil ekonomi
• Pendidikan anggota

 2.PRINSIP ROCHDALE
• Pengawasan secara demokratis
 • Keanggotaan yang terbuka
• Bunga atas modal dibatasi
• Pembagian sisa hasil usaha kepada anggota sebanding dengan jasa masing-masing anggota
 • Penjualan sepenuhnya dengan tunai
 • Barang-barang yang dijual harus asli dan tidak yang dipalsukan
 • Menyelenggarakan pendidikan kepada anggota dengan prinsip-prinsip anggota
 • Netral terhadap politik dan agama

 3.PRINSIP HERMAN SCHULZE
• Swadaya
• Daerah kerja tak terbatas
 • SHU untuk cadangan dan untuk dibagikan kepada anggota
 • Tanggung jawab anggota terbatas
 • Pengurus bekerja dengan mendapat imbalan
 • Usaha tidak terbatas tidak hanya untuk anggota

 4.PRINSIP ICA
 • Kepemimpinan yang demokratis atas dasar satu orang satu suara
 • Modal menerima bunga yang terbatas (bila ada)
 • SHU dibagi 3 : cadangan, masyarakat, ke anggota sesuai dengan jasa masing-masing
• Gerakan koperasi harus melaksanakan kerjasama yang erat, baik ditingkat regional, nasional maupuN      internasional

 5.PRINSIP KOPERASI UU NO. 25 / 1992
 • Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
 • Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
 • Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
 • Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
 • Kerjasama antar koperasi

6. Prinsip Raiffeisen
• Swadaya
• Daerah kerja terbatas
• SHU untuk cadangan
• Tanggung jawab anggota tidak terbatas
• Pengurus bekerja atas dasar kesukarelaan
• Usaha hanya kepada anggota
• Keanggotaan atas dasar watak, bukan uang

 STRUKTUR ORGANISASI KOPERASI DI INDONESIA: 

1.Rapat Anggota
•Penetapan anggaran dasar
 •Kebijaksanaan Umum (manajemen,organisasi,& usaha koperasi)
 •Pemilihan,pengangkatan & pemberhentian pengurus & pengawas
 •Pengesahan pertanggungjawaban
•Pembagian SHU

 2.Pengurus
 •Mengajukan rancangan rencana kerja,anggaran pendapatan & belanja koperasi
 •Mengajukan laoran keuangan & pertanggungjawaban
 •Menyelenggarakan pembukuan keuangan & inventaris secara tertib
 •Memelihara daftar anggota & pengurus

 3.Pengawas
 •Bertugas untuk melakukan pengwasan kebijakan dan pengelolaan koperasi
•Berwenang untuk meneliti catatan yang ada & mendapatkan segala keterangan yang diperlukan

Sumber :

http://bk.ittelkom.ac.id/tak/?menu=ormawa&or=81
http://ocw.gunadarma.ac.id/course/economics/management-s1/ekonomi-koperasi/pengertian-dan-prinsip-koperasi

Sabtu, 06 Juli 2013

perkembangan ekonomi rakyat

Utang luar negeri atau pinjaman luar negeri, adalah sebagian dari total utang suatu negara yang diperoleh dari para kreditor di luar negara tersebut. Penerima utang luar negeri dapat berupa pemerintah, perusahaan, atau perorangan. Bentuk utang dapat berupa uang yang diperoleh dari bank swasta, pemerintah negara lain, atau lembaga keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia. Modal Asing dalam pembnagunan dibagi menjadi 2, yaitu : • Modal asing yang tidak dibayar kembali • Modal asing yang harus dibayar kembali Aliran Modal ke Sektor Pemerintah : • Pinjaman menurut jangka waktu • Jangka pendek • Jangka panjang • Kredit IMF • Menurut kreditur • Sumber resmi • Swasta Aliran Modal ke Sektor Swasta : • Investasi langsung (PMA) • Investasi Portfolio • Pinjaman dari bank komersial (commercial bank lending) • Kredit ekspor Faktor-faktor Penyebab Timbulnya Utang : • Motivasi Negara Donor • Kepentingan ekonomi dan strategi • Tanggung jawab moral • Negara Pengutang • Saving Investment GAP • Foreign Exchange GAP • Trade GAP Sumber-sumber pembiayaan Indonesia : • Ekspor • Bantuan Luar Negeri • Investasi asing atau PMA • Tabungan domestic Fungsi Bantuan Luar Negeri Bagi Indonesia : Bantuan Luar negeri telah berfungsi sebagai berikut : • Injeksi Injeksi adalah Pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan cara menutup deficit APBN dan neraca pembayaran • Infus Infus adalah kebutuhan yang tidak dapat dihindari (adiktif) B. Modal Asing Dalam Pembangunan Sumber dana eksternal (modal asing) dapat dimanfaatkan untuk mempercepat investasi dan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang meningkat perlu diikuti oleh perbankan struktur produksi dan perdagangan. Modal asing dapat berperan penting dalam mobilisasi dana maupun transformasi struktural. Kebutuhan akan modal asing menjadi menurun segera setelah perubahan struktur benar-benar terjadi. Asumsi dasar yang melatar belakangi hubungan positif antara modal asing dan pertumbuhan ekonomi : a. Setiap 1$ modal asing akan mengakibatkan kenaikan 1$ impor dan investasi. b. Dengan asumsi ini dan ICOR yang stabil dimungkinkan untuk menghitung dampak modal asing terhadap pertumbuhan ekonomi atau sebaliknya menghitung berapa modal asing yang diperlukan untuk mencapai target pertumbuhan tertentu. C. Motivasi Negara Donor Hutang luar negeri yang disalurkan oleh Negara maju ke Negara yang sedang berkembang dan atau Negara miskin tidak dilakukan atas dasar kemanusiaan, tetapi di lakukan atas dasar motivasi ekonomi dan bahkan politik. Hutang luar negeri tidak akan disalurkan tanpa adanya keuntungan yang diperoleh Negara pemberi hutang. D. Sumber-sumber pembiayaan Pembangunan Indonesia Sumber-sumber pembiayaan untuk pembangunan di Indonesia antara lain berasal dari Dana Perimbangan yang diterima oleh Indonesia khususnya daerah Khusus Ibukota dari modal asing. Beberapa daerah yang kaya sumberdaya alam seperti Aceh, Riau, Kaltim, dan Papua akan dapat menggunakan Dana Bagi Hasil untuk membiayai belanja pembangunannya sedangkan bagi daerah-daerah miskin dan tidak memiliki SDA, belanja pembangunannya masih akan tergantung pada jumlah DAU dan DAK yang diterima pada tahun anggaran tertentu. Dalam tahun anggaran 2001 sekitar 80 persen dari jumlah DAU digunakan untuk membayar gaji pegawai daerah, bagian DAU untuk belanja pembangunan relatife kecil sekali jumlahnya, sehingga diperlukan alternatife sumber pembiayaan pembangunan. 1. Penelitian Muda bidang Keuangan Negara pada Pusat Statistik dan Penelitian Keuangan, BAF, Depkeu. 2. Ahli Penelitian Muda bidang Investasi dan Pasar Modal. E. Struktur Pembiayaan Pembangunan Di saat Orde Baru berkuasa banyak utang luar negeri dibuat dengan dalih untuk membangun BUMN. Bantuan ini telah menginjeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan cara menutup deficit anggaran pembangunan dan deficit neraca pembayaran. Sturuktur pembiayaan pembangunan, dimana peran bantuan luar negeri mencapai lebih dari 50 persen pada Pelita pertama dan keempat. Kendati peranan bantuan luar negeri semakin menurun pada tahun-tahun terakhir, namum persentase masih diatas 35 persen. Utang luar negeri sebenarnya merupakan alat politik. Bagi CGI, Bank Dunia, IMF, utang tidak boleh berhenti, dalam hal ini justru yang meminjamkan yang tampak aktif. Hal ini karena bagi mereka, utang merupakan alat untuk dapat melakukan intervensi politik. Misalnya saja intervensi dalam penyusunan UU di negeri pengutang. Utang juga merupakan alat untuk memenuhi kebutuhan financial lembaga-lembaga tersebut. Pernah saat beberapa Negara tidak meminjam kepada IMF, lembaga ini terpaksa menjual cadangan emasnya untuk operasional. Dari sini terlihat, lembaga-lembaga tersebut membutuhkan bunga utang-utangnya untuk membiayai kegiatan opersionalnya. Pembangunan dengan biaya utang ternyata tak dikelola dengan baik, banyak dikorupsi, sehingga akibatnya terjadi krisis demi krisis yang paling parah pada tahun 1997-98. Dari sekian krisis yang terjadi, mungkin ketimpangan menjadi hal yang paling tidak terlihat di Indonesia Sumber : freshmilk-supersusu.blogspot.com/2012/04/hutang-luar-negeri-dan-pembiayaan.html

cara pembiayaan pembangunan di Indonesia

Sumber-sumber pembiayaan untuk pembangunan di Indonesia antara lain berasal dari Dana Perimbangan yang diterima oleh Indonesia khususnya daerah Khusus Ibukota dari modal asing. Beberapa daerah yang kaya sumberdaya alam seperti Aceh, Riau, Kaltim, dan Papua akan dapat menggunakan Dana Bagi Hasil untuk membiayai belanja pembangunannya sedangkan bagi daerah-daerah miskin dan tidak memiliki SDA, belanja pembangunannya masih akan tergantung pada jumlah DAU dan DAK yang diterima pada tahun anggaran tertentu. Dalam tahun anggaran 2001 sekitar 80 persen dari jumlah DAU digunakan untuk membayar gaji pegawai daerah, bagian DAU untuk belanja pembangunan relatife kecil sekali jumlahnya, sehingga diperlukan alternatife sumber pembiayaan pembangunan. B. Modal Asing dalam Pembangunan Sumber dana eksternal dapat dimanfaatkan untuk mempercepat investasi dan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang meningkat perlu diikuti oleh perbankan struktur produksi dan perdagangan. Modal asing dapat berperan penting dalam mobilisasi dana maupun transformasi struktural. Kebutuhan akan modal asing menjadi menurun segera setelah perubahan struktur benar-benar terjadi. Asumsi dasar yang melatar belakangi hubungan positif antara modal asing dan pertumbuhan ekonomi : a. Setiap 1$ modal asing akan mengakibatkan kenaikan 1$ impor dan investasi. b. Dengan asumsi ini dan ICOR yang stabil dimungkinkan untuk menghitung dampak modal asing terhadap pertumbuhan ekonomi atau sebaliknya menghitung berapa modal asing yang diperlukan untuk mencapai target pertumbuhan tertentu. C. Motivasi Negara Donor Hutang luar negeri yang disalurkan oleh Negara maju ke Negara yang sedang berkembang dan atau Negara miskin tidak dilakukan atas dasar kemanusiaan, tetapi di lakukan atas dasar motivasi ekonomi dan bahkan politik. Hutang luar negeri tidak akan disalurkan tanpa adanya keuntungan yang diperoleh Negara pemberi hutang. D. Struktur Pembiayaan Pembangunan Di saat Orde Baru berkuasa banyak utang luar negeri dibuat dengan dalih untuk membangun BUMN. Bantuan ini telah menginjeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan cara menutup deficit anggaran pembangunan dan deficit neraca pembayaran. Tak dapatdipungkiri bahwa bantuan luar negeri telah berfungsi sebagai injeksi pertumbuhan ekonomiIndonesia dengan cara menutup defisit anggaran pembangunan dan defisit neraca pembayaran. menunjukkan struktur pembiayaan pembangunan di mana perananbantuan luar negeri pernah mencapai Iebih dari 50 persen pada Pelita I dan IV. Kendatiperanan bantuan luar negeri semakin menurun pada tahun-tahun terakhir ini, persentasenyamasih di atas 35 Persen.Bahwa bantuan luar negeri di Indonesia telah berperanan penting dalam menutupdefisit anggaran dan defisit transaksi berjalan kiranya tidak perlu diperdebatkan lagi. Boleh dikata dengan injeksi bantuan ini Indonesia telah dapatmempercepat laju pertumbuhan ekonominya. Kesimpulan sementara, Indonesia mengalamifenomena debt-led growth. Sepanjang bantuan tersebut efektif dan tidak menjadi bebannampaknya tidak ada yang mempermasalahkannya. Namun pada dasawarsa 1980-an,agaknya cicilan pokok pinjaman harus mulai dibayar karena sudah jatuh tempo. Akibatnya,sejak tahun fiskal 1987/1988 total cicilan utang berikut bunganya menjadi lebih besar 108dibanding pinjaman baru setiap tahunnya. Hal inilah yang banyak dituding oleh parapengamat sebagai net resource transfers yang negatif. Ini belum termasuk pelarian modal ke luar negeri. Sebuah penelitian memperkirakan nilai pelarian modal dari Indonesia secara akumulatif dari 1970-1987 mencapai US$ 11 milyar, atau kurang lebih sekitar sepertiganilai utang luar negeri pada akhir 1987 (Mahyuddin, 1989).Bagi Indonesia, bayang-bayang krisis bantuan luar negeri bukannya tidak ada.Namun, dibanding negara-negara Amerika Latin dan Afrika, memang kondisi beban utangIndonesia masih relatif lebih ringan. Kendati debt service ratio (DSR), perbandingan antarapembayaran bunga dan cicilan utang, berkisar antara 25,4 persen hingga 40,7 persenselama 1985-1989, Indonesia agaknya tidak bisadibandingkan dengan negara-negara Amerika Latin yang beban pembayaran utangnyamelebihi penerimaan ekspor mereka. Jumlah utang yang meningkat selama tiga tahunterakhir sampai 1990 disebabkan oleh kebutuhan untuk mendapatkan pinjaman baru dankarena perubahan nilai tukar dollar AS terhadap Yen dan Mark Jerman sedangkan meningkatnya DSR karena sudah banyak utang yang jatuh tempo, anjloknya harga minyak bumf dan komoditi primer lain, serta currency realignment (Djojohadikusumo, 1990). 2.LANDASAN POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA Setiap entitas negara yang berdaulat memiliki kebijakan yang mengatur hubungannya dengan dunia internasional, baik berupa negara maupun komunitas internasional lainnya. kebijakan tersebut merupakan pencerminan dari kepentingan nasionalnya. Indonesia sebagai sebuah negara berdaulat juga menjalankan politik luar negeri yag senantiasa berkembang disesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri dan perubahan situasi internasional. Politik luar negeri Indonesia telah memasuki masa enam dekade sejalan dengan usia negara Republik Indonesia. Selama enam puluh tahun itu pula perjalanan bangsa dan negara Indonesia mengalami dinamika dalam menjalankan politik domestik demi kesejahteraan rakyat, sekaligus mengukuhkan eksistensinya di dunia internasional, melalui politik luar negeri. Pergantian kepemimpinan mulai dari Presiden Soekarno hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandakan telah berlangsungnya proses demokrasi di Indonesia, meski dengan berbagai persoalan yang mengiringinya. Dalam setiap periode pemerintahan juga terjadi pemaknaan yang bervariasi terhadap prinsip-prinsip yang menjadi landasan dalam perumusan dan pelaksanaan politik luar negeri Indonesia. Perbedaan interpretasi tersebut diantaranya dipengaruhi oleh situasi dan kondisi yang terjadi di dalam negeri maupun luar negeri. Sementara itu, terdapat prinsip atau ladasan yang tetap dipertahankan, namun mengalami persoalan dalam relevansi dan dilema karena dianggap sudah tidak sesuai dengan perubahan dan perkembangan situasi yang demikian cepat. Tulisan yang menggunakan pendekatan deskriptif-formalistik ini akan membahas mengenai landasan dan prinsip yang dianut dalam pelaksanaan poltik luar negeri Indonesia pada enam periode kepemimpinan, yaitu mulai dari Presiden Soekarno hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Landasan konstitusional dalam pelaksanaan politik luar negeri indonesia adalah Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Hal ini berarti, pasal-pasal UUD 1945 yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara memberikan garis-garis besar dalam kebijakan luar negeri Indonesia. Dengan demikian, semakin jelas bahwa politik luar negeri Indonesia merupakan salah satu upaya untuk mencapai kepentingan nasional Indonesia, yang termuat dalam UUD 1945. Sementara itu, Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia diposisikan sebagai landasan idiil dalam politik luar negeri Indonesia. Mohammad Hatta menyebutnya sebagai salah satu faktor yang membentuk politik luar negeri Indonesia. Kelima sila yang termuat dalam Pancasila, berisi pedoman dasar bagi pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ideal dan mencakup seluruh sendi kehidupan manusia. Hatta lebih lanjut mengatakan, bahwa Pancasila merupakan salah satu faktor objektif yang berpengaruh atas politik liar negeri Indonesia. Hal ini karena Pancasila sebagai filsafah negara mengikat seluruh bangsa Indonesia, sehingga golongan atau partai politik manapun yang berkuasa di Indonesia tidak dapat menjalankan suatu politik negara yang menyimpang dari Pancasila. Kemudian agar prinsip bebas aktif dapat dioperasionalisasikan dalam politik luar negeri Indonesia, maka setiap periode pemerintahan menetapkan landasan operasional politik luar negeri Indonesia yang senantiasa berubah sesuai dengan kepentingan nasional. Semasa Orde Lama, landasan operasional dari politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif sebagian besar dinyatakan melaui maklumat dan pidato-pidato Presiden Soekarno. Beberapa saat setelah kemerdekaan, dikeluarkanlah Maklumat Politik Pemerintah tanggal 1 November 1945, yang diantaranya memuat hal-hal sebagai berikut: 1. Politik damai dan hidup berdampingan secara damai. 2. Politik tidak campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain. 3. Politik bertetangga baik dan kerjasama dengan semua negara di bidang ekonomi, politik dan lain-lain. 4. Politik berdasarkan Piagam PBB. 3. KAITAN ANTARA PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN DENGAN POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA I. Investasi Asing untuk Pembiayaan Pembangunan Penanaman Modal Asing (PMA) sebagai salah satu aliran modal yang masuk ke suatu negara dianggap sebagai aliran modal yang relatif stabil dan mempunyai resiko yang kecil dibandingkan aliran modal lainnya, seperti portofolio investasi ataupun utang luar negeri. Salah satu sebabnya adalah dikarenakan PMA tidak begitu mudah terkena gejolak fluktuasi mata uang (seperti halnya investasi portofolio) ataupun beban bunga yang berat (misalnya utang luar negeri). Salah satu contoh adalah krisis ekonomi yang terjadi di Asia pada tahun 1997. PMA yang dianggap sebagai salah satu pemicu terjadinya krisis ekonomi di Asia, melainkan faktor pemicunya adalah investasi portofolio. Selain itu kita bisa melihat begitu beratnya beban pembayaran bunga yang diderita masyarakat Indonesia akibat utang luar negeri. Sehingga pada masa mendatang sudah dapat dipastikan bahwa PMA diharapkan akan menjadi kunci suksesnya pembangunan di Indonesia. Sehingga PMA yang harus diterapkan di negara kita adalah PMA yang berdasarkan pembangunan berkelanjutan. Yang dimaksud dengan PMA yang berkelanjutan di sini adalah PMA yang dapat memaksimalkan keuntungan PMA bagi Indonesia (misalnya kesempatan kerja; kenaikan pendapatan; stabilitas ekonomi) dan meminimalkan dampak negatif PMA bagi Indonesia(misalnya monopoli oleh perusahaan multinasional; dampak negatif terhadap sosial dan ekonomi). Dampak dari PMA terhadap perekonomian suatu negara dapat disimpulkan bahwa dampak terhadap ekonomi secara keseluruhan sangat tergantung dari kondisi host countries; tingkat tabungan-investasi domestik; metode yang digunakan dalam PMA (misalnya merger & acuisition ataupun greenfield investment) sektor-sektor yang terlibat dalam PMA; dan tentunya stabilitas dari host countries. Pada akhirnya diharapkan perlu untuk melakukan penilaian terhadap faktor faktor yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh PMA. Keputusan perusahaan asing dalam melakukan PMA akan didasarkan pada berbagai pertimbangan, misalnya stabilitas politik di host countries, aksesibilitas dan potensial pasar di host countreis, repatriasi keuntungan untuk kepentingan investor asing, dan terdapatnya infrastruktur yang memadai di host countries. Privatisasi dan deregulasi merupakan faktor kunci untuk menarik PMA. II. Perdagangan Internasional Sebagai Motor Pembangunan Masalah perdagangan internasional, yang di landaskan berdasarkan kebijaksanaan pembangunan ekonomi maupun kebijaksanaan perdagangan luar negeri banyak menyangkut ekspor sebagai pembatas pertumbuhan ekonomi. Potensi ekspor Indonesia sendiri dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi dunia dan tantangan pada daya saing nasional. Dengan perkembangan ekonomi dunia yang diliputi gejolak dan perubahan struktural telah menyebabkan ketidakpastian dan makin ketatnya ekonomi dunia sebagai pasar ekspor Indonesia. Indonesia perlu berupaya meningkatkan peran di berbagai forum internasional baik yang bersifat multilateral dan regional yang menunjang usaha untuk menciptakan tatanan perdagangan dunia yang lebih bebas, terbuka dan adil. Guna mengembangkan perdagangan internasional, setidaknya diperlukan dua hal yaitu penciptaan persaingan sehat di dalam negeri untuk meningkatkan daya saing serta peningkatan akses pasar perdagangan internasional. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mengatasi masalah yang timbul dari fluktuasi harga dan tekanan (shock) yang timbul dari luar. Dalam upaya memenangkan suatu persaingan di pasar internasional, diperlukan tingkat daya saing yang tinggi. Tingkat daya saing Indonesia di pasar internasional dinilai masih cukup rendah dibandingkan dengan negara Asia lainnya. Pada tahun 2001, index daya saing Indonesia berada di urutan ke 55, satu tingkat di bawah negara tetangga yaitu Philipina. Hal ini sangat jauh sekali dibandingkan Singapura yang berada pada urutan ke 10. Sedangkan negara lain seperti Malaysia, China, Taiwan atau India memiliki ranking indeks daya saing berada di atas Indonesia. Salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing di pasar global adalah Kompetisi domestik atau persaingan usaha yang sehat merupakan suatu bagian dari prinsip ekonomi pasar yang merupakan prasyarat yang harus dipenuhi dalam rangka penciptaan ekonomi pasar yang kuat. Kompetisi yang sehat dalam perdagangan domestik sendiri baru mendapatkan perhatian secara serius di tahun 1999. Sejak tahun 1999, Indonesia memiliki undang-undang persaingan usaha yaitu UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat yang disahkan oleh Pemerintah dengan persetujuan DPR pada tanggal 5 Maret 1999. UU ini berlaku efektif satu tahun sejak diundangkan disertai masa persiapan enam bulan. Kebijakan perdagangan luar negeri sendiri, merupakan salah satu dari kebijakan ekonomi makro, adalah tindakan atau peraturan yang dibuat oleh pemerintah yang mempengaruhi struktur dan arah transaksi perdagangan dan pembayaran internasional. Karena meruapakan salah satu bagian, maka kebijakan perdagangan luar negeri tidak independen, malainkan saling mempengaruhi terhadap komponen-komponen lain dari kebijakan ekonomi makro tersebut, seperti kebijakan industri, kebijakan fiskal, kebijakan tenaga kerja, kebijakan moneter dan lainnya. Tujuan kebijakan ekonomi perdagangan luar negeri adalah pertama, untuk melindungi kepentingan ekonomi nasional dari pengaruh buruk atau negatif dari luar negeri, misalnya efek resesi ekonomi dunia terhadap pertumbuhan ekspor Indonesia. Kedua, untuk melindungi industri nasional dari persaingan barang-barang impor dari luar negeri. Ketiga, untuk menjaga keseimbangan neraca pembayaran yang sekaligus menjamin persediaan devisa yang cukup terutama untuk kebutuhan pembayaran impor dan cicilan utang luar negeri. III. Utang dan Bantuan Luar Negeri Jika dilakukan perbandingan negara-negara berkembang Asia lainnya dan beberapa negara Amerika Latin tahun 1987-2000, pada dasarnya Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang menghadapi masalah luar negeri. Dalam hal stok terhadap PDB pada tahun 2000, Indonesia tergolong paling besar namun dalam hal beban pembayaran terhadap ekspor barang dan jasa, Indonesia tidaklah sebesar Argentina dan Brazil. Bahkan stok utang luar negeri Indonesia sudah mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Negara yang menghadapi masalah pembayaran luar negerinya cenderung mengalami gangguan ketidakseimbangan eksternal (external imbalances). Masalah akibat ketidakseimbangan eksternal tidak hanya dihadapi oleh Indonesia. Hal itu dapat dilihat dari masih banyaknya negara yang menjadi pasien IMF sehingga perlu mendapatkan kucuran dana dari lembaga keuangan internasional tersebut. Permasalahan utang luar negeri sekarang telah menjadi fokus perhatian utama meski pada awalnya sendiri utang luar negeri seperti dimanatkan oleh GBHN tahun 1973 hanya sebagai pelengkap dan pembantu akan tetapi dalam perjalanannya telah terjadi penumpukan stok utang luar negeri yang relatif tinggi. Posisi utang yang sudah tinggi tersebut membawa konsekwensi logis pada beban pembayarannya. Melemahnya nilai tukar rupiah juga menyebabkan kewajiban pembayaran utang dalam rupiah menjadi meningkat secara tajam, sementara ketersediaan dana luar negeri semakin sulit. Bagi sektor swasta, melemahnya nilai tukar rupiah mengakibatkan sektor ini harus menyediakan rupiah lebih besar untuk pembelian valas dalam rangka pembayaran kembali utang luar negerinya. Beban pembayaran menjadi semakin berat karena keperluan pembayaran utang yang sudah jatuh tempo telah meningkatkan permintaan terhadap mata uang dolar Amerika yang otomatis semakin menekan nilai tukar rupiah. Permasalahan yang lain adalah rendahnya kualitas proyek yang sudah dibangun dari pendanaan utang luar negeri, dimana bangunan yang terbengkalai, terjadinya pembangunan yang tidak merata, disertai masih rendahnya kualitas sumber daya manusia termasuk pemahaman terhadap pentingnya masalah kesehatan dan kebersihan. Dengan demikian dapat dikatakan dana pembangunan yang sebagian besar ditopang oleh pinjaman luar negeri tidak optimal pemanfaatannya. Sumber : 1.http://masniam.wordpress.com/2009/04/02/landasan-politik-luar-negeri-indonesia/. 2.http://www.scribd.com/doc/51710380/48/STRUKTUR-PEMBIAYAAN-PEMBANGUNAN 3.http://okkifajrin.blogspot.com/2010/01/hutang-luar-negeri-dan-pembiayaan.html 4.http://www.kemlu.go.id Diposkan oleh Irfan Sanjaya di 14.39 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Sabtu, 29 Juni 2013

Keterkaitan Kemiskinan Dan Pengangguran

MASALAH KEMISKINAN dan PENGANGGURAN Kemiskinan dan pengangguran adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, maksudnya, dimana adanya pengangguran dan itu sudah pasti ada kemiskinan, semua negara mengalamin itu semua, tinggal kitanya bagaimana untuk mensiasati agar tidak terjadinya pengangguran dan kemiskinan karena itui semua bisa berdampak untuk kemajuan dan perkembangan suatu negara. kita bisa mencerna dan memahami pengertian antara kemiskinan dan pengangguran di bawah ini : Kemiskinan adalah sebuah fenomena multifaset, multidimensional, dan terpadu. Hidup miskin bukan hanya berarti hidup di dalam kondisi kekurangan sandang, pangan, dan papan. Hidup dalam kemiskinan seringkali juga berarti akses yang rendah terhadap berbagai ragam sumberdaya dan aset produktif yang sangat diperlukan untuk dapat memperoleh sarana pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidup yang paling dasar tersebut, antara lain: informasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan kapital. Lebih dari itu, hidup dalam kemiskinan sering kali juga berarti hidup dalam alienasi, akses yang rendah terhadap kekuasaan, dan oleh karena itu pilihan-pilihan hidup yang sempit dan pengap”. Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal yaitu masalah pokok makro ekonomi yang paling utama. Menurut badan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Survey Sosial Ekonomi Nasional jumlah orang miskin pada tahun 2006 sebesar 39,1 juta jiwa, pengangguran 10,93 juta. Jumlah ini menunjukkan adanya peningkatnya bila dibandingkan dengan tahun 2005, orang miskin sebesar 35,1 juta jiwa dan pengangguran sejumlah 8,43 juta jiwa. Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan tenaga kerja . Selain itu juga disebabkan oleh krisi moneter yang melanda di Indonesia dan tentunya secara keseluruhan wilayah Indonesia terkena dampak tersebut. Banyak industri padat karya yang terus menerus terpuruk seperti tekstil, sepatu, perkayuan, elektronik, sehingga hal ini menyebabkan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang semakin marak.Belum lagi terdapat dampak dari bencana alam yang melanda hampir diseluruh Indonesia, termasuk di kabupaten Malang. Menurut data dari STIJN Claessen, who Controls East Asian Corporation, tahun 1999 prosentase control pemilik perusahaan public tertbesar 71,5 % dipegang oleh keluarga bisnis, sementara pemerintah hanya sebesar 8,2 % dan masyarakat memegang 5,1 %. Sangat terlihat jauh masyarakat tidak akan pernah mampu untuk berperan lebih jauh dalam pengembangan ekonomi bahkan pemerintahpun juga disetir oleh kelompok pemilik modal. Sedangkan pada tingkat penganguran semakin meningkatnya pahlawan devisa (TKI) berasal Jawa, termasuk yang paling besar dari kabupaten Malang. Fenomena ini telah menggambarkan bahwa pemerintah pusat maupun daerah belum bisa menfasilitasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru dan layak bagi warga masyarakat serta masih lemahnya iklim perekonomian yang baik. Ini semestinya menjadi suatu yang serius harus mendapatkan prioritas dari pemerintah melalui kebijakan-kebijakan yang pro poor society dan bersifat empowerment society. Sumber : http://www.depsos.go.id/Balatbang/Puslitbang%20UKS/2005/gunawan.htm

Selasa, 15 Januari 2013

Biarlah

Semua yang berlalu Telah menjadi kenangan Dan seakan kulupakan Karena ku tak sejalan Dan tak mungkin ku bertahan Meski telah ku coba Semuanya tak berguna Terbuang sia-sia Dirimu dihatiku sudah terlalu lama Biarlah ku mencoba untuk tinggalkan semu Dan tak mungkin ku bertahan Meski telah ku coba Semuanya tak berguna Terbuang sia-sia Dirimu dihatiku sudah terlalu lama Biarlah ku mencoba untuk tinggalkan semua Dirimu dihatiku sudah terlalu lama Biarlah ku mencoba untuk tinggalkan semua Dirimu dihatiku sudah terlalu lama Dan biarlah ku mencoba untuk tinggalkan semua

Pengertian Pengantar Bisnis

Dalam kamus bahasa Indonesia, Bisnis diartikan sebagai usaha dagang. Usaha komersial didunia perdagangan dan bidang usaha. Bisnis berasal dari Business yaitu Busy (Sibuk), Sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan” atau “suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya”. Bisnis dalam arti luas adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan institusi yang memproduksi barang & jasa dalam kehidupan sehari-hari. Bisnis sebagai suatu system yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat (bussinessis then simply a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society), Bisnis merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Tujuan bisnis merupakan hasil akhir yang ingin dicapai oleh para pelaku bisnis dari bisnis yang mereka lakukan dan merupakan cerminan dari berbagai hasil yang diharapkan bisa dilakukan oleh bagian-bagian organisasi perusahaan (produksi, pemasaran, personalia, dll) yang akan menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Secara umum tujuan dari bisnis adalah menyediakan produk berupa barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen serta memperoleh keuntungan dari aktivitas yang dilakukan. Dalam jangka panjang, tujuan yang ingin dicapai tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumen, namun terdapat banyak hal yang ingin dicapai oleh perusahaan dalam bisnisnya, diantaranya: 1. Market standing, yaitu penguasan pasar yang akan menjadi jaminan bagi perusahaan untuk memperoleh pendapatan penjualan dan profit dalam jangka panjang. 2. Innovation yaitu inovasi dalam produk (barang atau jasa) serta inovasi keahlian. Tujuan bisnis yang ingin dicapai melalui inovasi adalah menciptakan nilai tamabah pada suatu produk, misalnya shampoo 2 in 1. 3. Physical and financial resources, perusahaan memiliki tujuan penguasaan terhadap sumber daya fisik dan keuangan untuk mengembangkan perusahaan menjadi semakin besar dan semakin menguntungkan. 4. Manager performance and development, manager merupakan orang yang secara operasional bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan organisasi. Untuk dapat mengelola perusahaan dengan baik, manager perlu memiliki berbagai kemampuan dan keahlian yang sesuai dengan profesinya. Maka diperlukan peningkatan kinerja dan pengembangan kemampuan manager melalui serangkaian kegiatan kompensasi yang menarik dan program training and development yang berkelanjutan. 5. Worker Performance and Attitude, untuk kepentingan jangka panjang, maka sikap para karyawan terhadap perusahaan dan pekerjaan perlu diperhatikan agar dapat bekerja dengan baik. 6. Public Responsibility, bisnis harus memiliki tanggung jawab sosial seperti memajukan kesejahteraan masyarakat, mencegah terjadinya polusi dan menciptakan lapangan kerja, dll. Macam - macam Badan Usaha / Organisasi Bisnis Perusahaan: a. Firma Firma adalah suatu bentuk persekutuan bisnis yang terdiri dari dua orang atau lebih dengan nama bersama yang tanggung jawabnya terbagi rata tidak terbatas pada setiap pemiliknya. ciri dan sifat firma : - Apabila terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi dengan harta pribadi. - Setiap anggota firma memiliki hak untuk menjadi pemimpin - Seorang anggota tidak berhak memasukkan anggota baru tanpa seizin anggota yang lainnya. - keanggotaan firma melekat dan berlaku seumur hidup - seorang anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma - pendiriannya tidak memelukan akte pendirian - mudah memperoleh kredit usaha b. Persekutuan Komanditer / CV / Commanditaire Vennotschaap CV adalah suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di antara anggotanya. Satu pihak dalam CV mengelola usaha secara aktif yang melibatkan harta pribadi dan pihak lainnya hanya menyertakan modal saja tanpa harus melibatkan harta pribadi ketika krisis finansial. Yang aktif mengurus perusahaan cv disebut sekutu aktif, dan yang hanya menyetor modal disebut sekutu pasif. ciri dan sifat cv : - sulit untuk menarik modal yang telah disetor - modal besar karena didirikan banyak pihak - mudah mendapatkan kridit pinjaman - ada anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada yang pasif tinggal menunggu keuntungan - relatif mudah untuk didirikan - kelangsungan hidup perusahaan cv tidak menentu 3. Perseroan Terbatas / PT / Korporasi / Korporat Perseroan terbatas adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi yang dimiliki oleh minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada di dalamnya. Di dalam PT pemilik modal tidak harus memimpin perusahaan, karena dapat menunjuk orang lain di luar pemilik modal untuk menjadi pimpinan. Untuk mendirikan PT / persoroan terbatas dibutuhkan sejumlah modal minimal dalam jumlah tertentu dan berbagai persyaratan lainnya. ciri dan sifat pt : - kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi - modal dan ukuran perusahaan besar - kelangsungan hidup perusahaan pt ada di tangan pemilik saham - dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham - kepemilikan mudah berpindah tangan - mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan / pegawai - keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen - kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham - sulit untuk membubarkan pt - pajak berganda pada pajak penghasilan / pph dan pajak deviden Sumber : http://ola-oktaviola.blogspot.com/2010/10/bab-1-pengertian-pengantar-bisnis.html

pengolahan organisasi bisnis

Langkah awal dalam manajemen yang efektif adalah menetapkan sasaran (goal) – tujuan (objective) yang diharapkan dan direncanakan untuk dicapai suatu bisnis. Sasaran adalah tujuan yang diharapkan dan direncanakan untuk dicapai suatu bisnis. Strategi adalah program perusahaan untuk mencapai sasaran dan tujuan perusahaan yang sudah ditetapkan. Pernyataan Misi adalah pernyataan suatu organisasi mengenai bagaimana organisasi itu akan mencapai maksudnya dalam lingkungan bisnis itu dijalankan. Maksud penetapan sasaran adalah 1. Memberikan arah dan panduan bagi para manager di semua tingkatan. 2. Membantu perusahaan mengalokasikan sumber dayanya. 3. Membantu menetapkan budaya korporasi. 4. Membantu manager menilai kinerjanya. Macam-macam sasaran: 1. Sasaran jangka panjang, adalah sasaran yang ditetapkan untuk periode waktu yang lama, umumnya lima tahun mendatang atau lebih. 2. Sasaran jangka menengah adalah sasaran yang ditetapkan selama jangka waktu satu sampai lima tahun mendatang. 3. Sasaran jangka pendek adalah sasaran yang ditetapkan untuk waktu yang dekat biasanya kurang dari satu tahun. Perumusan strategi adalah penciptaan program yang luas untuk menetapkan dan memenuhi suatu tujuan organisasi. Tahapan yang dilakukan dalam merumuskan strategi adalah 1. Menetapkan sasaran stategis, merupakan sasaran jangka panjang yang langsung berasal dari pernyataan misi suatu perusahaan. 2. Menganalisa organisasi dan lingkungannya, yaitu melakukan pengamatan dan penilaian lingkungan terhadap ancaman dan kesempatan (Analisa SWOT). 3. Menyesuaikan organisasi dengan lingkungannya Tujuan analisa organisasi adalah untuk lebih mengerti kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan dan memanfaatkannya untuk mengatasi ancaman dan memanfaatkan kesempatan. Menyesuaikan perusahaan dengan lingkungannya merupakan dasar bagi keberhasilan perencanaan dan pelaksanaan bisnis. Analisa lingkungan adalah proses pemindaian lingkungan bisnis terhadap ancaman dan peluang. Analisa Organisasioal adalah proses menganalisa kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan. Hierarki Perencanaan dapat dilihat pada tiga tingkatan yaitu :strategis, taktis dan operasional. Tanggung jawab manajerial ditetapkan pada masing-masing tingkatan. Tingkatan itu membentuk suatu hierarki karena pengimplementasian rencana-rencana hanya dapat dijalankan bila ada alur logika dari suatu tingkatan ke tingkatan berikutnya. 1. Rencana Strategis adalah Rencana yang mencerminkan keputusan mengenai alokasi sumber daya, prioritas perusahaan dan tahap-tahap yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan strategis. Rencana-rencana tersebut selalu ditetapkan oleh dewan direksi dan manajemen puncak. 2. Rencana Taktis adalah rencana jangka pendek yang berhubungan dengan penerapkan aspek-aspek khusus dari suatu rencana strategis perusahaan. 3. Rencana Operasional, adalah rencana yang menetapkan target jangka pendek untuk kinerja harian, mingguan atau bulanan dan disusun oleh manager tingkat menengah dan tingkatan yang lebih rendah. Karena lingkungan bisnis terkadang sukar diprediksi dan karena kejadian yang tidak diharapkan dapat menimbulkan masalah besar, maka untuk mengatasi hal-hal tersebut diperlukan rencana alternatif yaitu rencana kontigensi dan manajemen kritis. Rencana Kontingensi adalah perencanaan terhadap perubahan dimana rencana itu perusahaan mengidentifikasi dari awal aspek-aspek penting bagi bisnis atau pasarnya yang mungkin berubah dan mengidentifikasikan cara-cara yang akan digunakan perusahaan menanggapi perubahan yang terjadi. Manajemen Krisis. Krisis adalah keadaan darurat yang tidak diharapkan yang memerlukan tanggapan secepatnya. Manajemen krisis adalah suatu metode perusahaan dalam menghadapi keadaan darurat. Manajemen kristis dirancang untuk membantu karyawan dalam mengatasi kondisi yang ekstrim atau tidak dapat diramalkan, rencana kritis yang baik umumnya menguraikan siapa yang akan bertanggung jawab dalam situasi yang berbeda-beda, bagaimana menanggapi krisis tersebut, dsb. Proses Manajemen Manajemen merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan sumber daya finansial, manusia dan informasi suatu organisasi untuk mencapai sasarannya. Perencanaan adalah proses manajemen yang menetapkan apa yang harus dilakukan suatu organisasi dan bagaimana sebaiknya melakukannya. Perencanaan merupakan fungsi terpenting diantara semua fungsi manajemen. Perencanaan yang baik dapat memberikan keuntungan antara lain: 1. dapat mengidentifikasi peluang masa depan. 2. mengantisipasi dan permasalahan di masa depan 3. mengembangkan rangkaian langkah strategik dan taktis Perencanaan mempunyai bentuk-bentuk sebagai berikut: a. Tujuan (objective) Tujuan merupakan suatu sasaran kegiatan yang sedapat mungkin dalam jangka waktu tertentu. Misalnya bila tujuan perusahaan adalah kenaikan laba sebesar 30% dalam kurun waktu satu tahun mendatang, maka semua kegiatan akan diarahkan ke sana. b. Kebijakan (policy) adalah suatu pernyataan atau pengertian yang digunakan untuk mengambil keputusan terhadap tindakan-tindakan yang dijalani untuk mencapai tujuan. c. Strategi merupakan program yang dirancang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan yaitu bilamana perusahaan akan melaksanakan misinya. Strategi akan menetapkan alokasi sumber daya yang diperlukan. Kecepatan waktu pelaksanaan merupakan faktor utama yang perlu diperhatikan dalam menentukan strategi. d. Prosedur Prosedur merupakan serangkaian tindakan yang akan dijalankan untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan perusahaan. e. Aturan Aturan merupakan bagian dari prosedur dan merupakan tindakan yang spesifik. Beberapa aturan sejenis dapat dikelompokan menjadi prosedur. f. Program Program merupakan kombinasi dari kebijakan, prosedur, aturan dan pemberian tugas yang disertai anggaran atau budget. Dalam pelaksanaannya, perencanaan dapat dibedakan menjadi perencanaan strategis dan perencanaan taktis. Perencanaan strategis merupakan suatu proses untuk menganalisa dan mengambil keputusan yang berkenaan dengan: - Misi atau alasan keberadaan suatu organisasi - Sasaran atau hasil yang harus dicapai oleh suatu organisasi - Strategi, upaya untuk mencapai sasaran yang diinginkan - Alokasi sumber daya, mendistribusikan sumber daya pada aktifitas yang tepat untuk mencapai sasaran. Perencanaan taktis merupakan langkah-langkah untuk mencapai tujuan perencanaan strategis jangka pendek yang mencakup: - Apa yang harus dilakukan - Siapa yang melakukan - Bagaimana melakukannya Perencanaan taktis mencakup kegiatan antara lain: - Membuat anggaran tahunan (divisi, departemen, proyek, dll) - Memilih metode atau prosedur spesifik guna mengimplementasikan strategi perusahaan - Menetapkan serangkaian tindakan tertentu yang diperlukan guna memperbaiki dan meningkatkan kinerja operasional perusahaan. Pengorganisasian Adalah proses manajemen yang menetapkan cara terbaik dalam mengatur sumber daya dan aktivitas suatu organisasi menjadi suatu struktur yang logis. Pengorganisasian mencakup kegiatan-kegiatan : - Membagi pekerjaan - Mengelompokan pekerjaan - Mendelegasikan wewenang - Mengembangkan mekanisme koordinasi Pengorganisasian yang baik memberikan beberapa keuntungan antara lain: - dapat terbina hubungan yang baik antar anggota organisasi, maupun antar organisasi sehingga akan mempermudah pencapaian tujuan organisasi. - Setiap anggota organisasi dapat mengetahui dengan jelas tugas dan kewajiban serta tanggung jawabnya. Pengarahan Adalah proses manajemen dalam memandu dan memotivasi karyawan-karyawan untuk memenuhi sasaran suatu organisasi. Dalam hal ini manajer atau pimpinan dituntut untuk dapat berkomunikasi, memberikan petunjuk, berpikir kreatif, berinisiatif, meningkatkan kualitas, serta memberikan stimulasi kepada karyawan. Kegiatan pengarahan ini menyangkut masalah pemberian motivasi kepada bawahan, masalah kepemimpinan, serta masalah pengembangan komunikasi. Motivasi Adalah proses pemberian motif (penggerak) kepada karyawan untuk dapat bekerja sedemikian rupa sehingga tujuan sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara efisien an efektif. Dalam memberikan motivasi, manajer harus mempengaruhi sikap bawahan agar mereka bersedia menjalankan tugas-tugasnya selaras dengan tujuan organisasi. Faktor-faktor penting yang mempengaruhi motivasi adalah - Kebutuhan pribadi - Tujuan dan persepsi individu atau kelompok - Cara untuk mewujudkan kebutuhan, tujuan dan persepsi tersebut. Ada dua jenis motivasi yang dapat ditanamkan ke bawahan yaitu: - Motivasi positif, yaitu proses mempengaruhi orang lain dengan memberikan tambahan tingkat kepuasan tertentu, misalnya memberikan promosi, tambahan penghasilan, menciptakan kondisi kerja yang nyaman, dsb. - Motivasi negatif, yaitu proses mempengaruhi orang lain dengan memberikan ancaman atau mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu dengan terpaksa. Misalnya memberikan ancaman dengan penurunan pangkat, pemotongan gaji atau dipecat dari jabatannya. HIRARKI KEBUTUHAN ABRAHAM MASLOW Kebutuhan untuk aktualisasi diri Kebutuhan untuk dihargai Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi Kebutuhan akan rasa aman dan tentram Kebutuhan fisiologis dasar Dalam perusahaan kebutuhan-kebutuhan tersebut diatas diterjemahkan sebagai berikut: Kebutuhan fisiologis dasar: gaji, makanan, pakaian, perumahan dan fasilitas-fasilitas dasar lainnya yang berguna untuk kelangsungan hidup pekerja Kebutuhan akan rasa aman: lingkungan kerja yang bebas dari segala bentuk ancaman, keamanan jabatan/posisi, status kerja yang jelas, keamanan alat yang dipergunakan. Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi: interaksi dengan rekan kerja, kebebasan melakukan aktivitas sosial, kesempatan yang diberikan untuk menjalin hubungan yang akrab dengan orang lain Kebutuhan untuk dihargai: pemberian penghargaan atau reward, mengakui hasil karya individu Kebutuhan aktualisasi diri: kesempatan dan kebebasan untuk merealisasikan cita-cita atau harapan individu, kebebasan untuk mengembangkan bakat atau talenta yang dimiliki. Komunikasi Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi dari pengirim kepada penerima sehingga informasinya dapat dipahami oleh penerima. Dalam pelaksanaan kegiatan operasional suatu organisasi, terdapat bermacam-macam komunikasi, yaitu: 1. Komunikasi ke bawah (Downward Communication) Yaitu komunikasi yang disampaikan oleh pimpinan kepada bawahan. Misalnya: instruksi atau petunjuk, uraian kerja / job description, keterangan umum, perintah, teguran atau pujian. 2. Komunikasi ke atas (Upward Communication) Yaitu komunikasi yang disampaikan bawahan kepada atasan. Misalnya laporan atau keluhan, pendapat, ataupun saran-saran. 3. Komunikasi Horisontal (Horisontal Communication) Komunikasi ini disampaikan oleh dan untuk para anggota organisasi. Bisa saja dalam bentuk pemeriksaan ulang bersama untuk memperoleh persetujuan. 4. Lateral Comunication Yaitu komunikasi yang terjadi antara personal dalam satu jenjang manajemen tapi berasal dari departemen yang berbeda. Misalnya manajer pemasaran melakukan komunikasi lateral dengan manajer produksi pada saat mereka merumuskan cara-cara meningkatkan citra produk perusahaan dengan cara memperbaiki mutu dan ciri-ciri produk. 5. Diagonal Communication Yaitu komunikasi yang dilakukan oleh personel-personel yang memiliki jenjang manajemen yang berbeda serta berasal dari departemen yang berbeda. Contoh manajer pemasaran dapat melakukan komunikasi dengan personel HRD untuk meminta tambahan karyawan. Pengawasan atau pengendalian Adalah proses manajemen dalam memonitor kinerja suatu organisasi untuk menjamin bahwa sasarannya dapat tercapai. Pengawasan merupakan aktifitas untuk menemukan, mengoreksi adanya penyimpangan-penyimpangan dari hasil yang telah dicapai dibandingkan dengan rencana kerja yang telah ditetapkan sebelumnya. Pada setiap tahap kegiatan perlu dilakukan pengawasan, agar bisa segera dilakukan koreksi bila terjadi penyimpangan. Langkah-langkah dalam proses pengawasan adalah 1. Menetapkan standar dan metode Langkah ini untuk mengukur prestasi, misalnya berapa target produksi dan penjualan yang ingin dipakai. 2. Mengukur prestasi kerja Pelaksanaan ini merupakan proses yang berkesinambungan serta berulang-ulang dan frekuensinya tergantung dari jenis aktifitasnya. 3. Menentukan apakah prestasi kerja memenuhi standar Merupakan tindak lanjut yaitu dengan membandingkan antara langkah pertama dan kedua. 4. Mengambil tindakan koreksi Tindakan koreksi diperlukan bila terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan, misalnya mengadakan beberapa perubahan terhadap aktifitas organisasi atau standard kerja yang ada. Tipe-tipe Manajer Walaupun seluruh manajer melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, tetapi tidak seluruh manajer mempunyai tanggung jawab yang sama untuk aktivitas itu. Jadi perlu mengelompokkan manjer sesuai dengan tingkatan dan bidang tanggung jawab. Tiga tingkatan dasar manajemen adalah manajer puncak, manajer menengah dan manajer lini pertama. Manajer puncak adalah Manajer yang bertanggung jawab kepada dewan direksi dan pemegang saham atas keseluruhan kinerja dan efektifitas suatu perusahaan. Mereka menetapkan kebijakan umum, merumuskan strategi, menyetujui seluruh keputusan dan mewakili perusahaan dalam menghadapi perusahaan lain dan badan-badan pemerintahan. Contoh: presiden, wakil presiden, CEO, CFO, dll Manajer Menengah adalah manajer yang bertanggung jawab dalam mengimplementasikan strategi, kebijaksanaan dan keputusan yang dibuat oleh manajer puncak. Contoh manajer pabrik, manajer operasional, manajer divisi, dll. Manajer Lini Pertama adalah manajer yang bertanggungjawab dalam menyelia pekerjaan karyawan. Contoh manajer toko, manajer proyek, dll. Bidang-bidang manajemen antara lain: a. Manajer Sumber Daya Manusia - Untuk menerima dan melatih karyawan - Untuk mengevaluasi kinerja - Menentukan besarnya kompensasi. b. Manajer Operasi bertanggungjawab pada produksi, inventori dan pengawasan kualitas. c. Manajer Pemasaran bertanggungjawab menyampaikan produk-produk dari produsen ke konsumen antara lain pengembangan, penetapan harga, promosi, dan distribusi barang dan jasa. d. Manajer Informasi yang bertugas merancang dan menerapkan sistem untuk menggabungkan, mengorganisasi dan mendistribusikan informasi. e. Manajer Keuangan untuk merencanakan dan mengawasi fungsi akuntasi dan sumber-sumber keuangannya. Dasar Ketrampilan Manajemen Manajer yang efektif harus mengembangkan ketrampilan teknis, hubungan manusia, konseptual, pengambilan keputusan dan manajemen waktu. a. Ketrampilan Teknis adalah ketrampilan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas khusus. Contoh; kemampuan akuntan untuk mengaudit laporan perusahaan. Orang mengembangkan ketrampilan teknis melalui kombinasi antara pendidikan dan pengalaman. Ketrampilan teknis banyak berguna bagi manajer lini pertama. b. Ketrampilan Hubungan Manusia. Yaitu ketrampilan untuk memahami dan menyesuaikan orang lain serta bekerja sama dengan orang lain. Ketrampilan hubungan manusia paling penting bagi manajer menengah yang sering bertindak sebagai penghubung antara manajer puncak, manajer lini pertama dan manajer bidang-bidang lain di organisasi. Para manjer harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. c. Ketrampilan Konseptual adalah kemampuan seseorang untuk berpikir pada hal yang abstrak, untuk mendiagnosa dan menganalisa situasi yang berbeda dan melihat situasi di masa mendatang. Ketrampilan konseptual membantu para manajer untuk - mengetahui peluang dan ancaman pasar yang baru - membantu menganalisa kemungkinan hasil dari keputusan mereka Para manajer puncak paling banyak bergantung pada ketrampilan konseptual sedangkan manajer lini pertama paling sedikit menggunakannya. d. Ketrampilan Pembuatan Keputusan adalah ketrampilan dalam menentukan masalah dan memilih tindakan yang terbaik. Langkah-langkah dasar dalam pengambilan keputusan: 1. Menetapkan masalah, mengumpulkan fakta-fakta dan mengidentifikasi alternatif penyelesaian. 2. Mengevaluasi masing-masing alternatif dan menyeleksi alternatif yang terbaik. 3. Mengimplementasikan alternatif yang dipilih, meninjaunya secara periodik dan mengevaluasi efektifitas pilihan tersebut. e. Ketrampilan Pengelolaan waktu adalah ketrampilan yang berkaitan dengan produktifitas atas waktu yang dimiliki seseorang. Untuk mengelola waktu secara efektif, para manajer harus memperhatikan empat penyebab utama pemborosan waktu yaitu: • Administrasi, beberapa manajer menggunakan terlalu banyak waktu untuk memutuskan apa yang harus dilakukan terkait dengan surat atau laporan. • Telepon, diperlukan seketaris untuk menyaring telepon masuk dan menentukan waktu tertentu untuk membalas telepon masuk yang penting. • Rapat, untuk membantu produktifitas waktu, maka orang yang memimpin rapat harus merincikan agenda yang jelas, mulai tepat waktu, menjaga setiap orang terfokus pada agenda tersebut dan mengakhiri tepat waktu. • E-mail f. Manajemen Global Sekarang ini manajer dituntut untuk melengkapi diri dengan alat-alat, teknik dan ketrampilan khusus yang diperlukan untuk bersaing di lingkungan global. Mereka perlu membangun wawasan terhadap pasar asing, perbedaan budaya, serta motif dan praktek persaingan dari luar negeri. g. Ketrampilan Manajemen dan Teknologi Teknologi mengubah para manajer berinteraksi dalam membentuk struktur korporasi. Sistem jaringan komputer, email, telekonferensi dan bentuk-bentuk komunikasi lainnya akan meniadakan waktu, jarak dan batasan korporasi (misalnya departemen dan divisi) tidak dapat lagi menghalangi orang-orang untuk bekerja lebih dekat satu dengan yang lainnya. Akibatnya birokrasi menjadi berkurang, sementara perencanaan, pengambilan keputusan, dll dapat mengambil manfaat dari pembentukan grup dan kelompok kerja. sumber : http://pengantar-bisnis.blogspot.com/2006/10/pengelolaan-organisasi-bisnis.html