Minggu, 29 November 2015

Kerajinan Tangan Dari Daun Kering ( Kipas )

Bahan – bahan

Daun KeringKardusLemCutterGuntingPensilKarton hijau


Cara Membuat :
   

1. Buatlah pola menggunakan pensil pada kardus membentuk setengah lingkaran untuk bagian atas kipas, lalu buat persegi panjang 2 buah dengan ukuran 3x10cm untuk bagian bawah atau pegangan kipas.
2. Lalu tempel bagian bawah atau pegangan kipas pada kardus setengah lingkarang dengan lem tunggu sampai lem benar-benar kering.
3. Potong menjadi dua buah bagian daun kering dan potong daun kering menjadi kecil-kecil agar lebih mudah ditempelkan di bagian atas kipas.
4. Berikan lem pada seluruh pola setengah lingkaran dan tempelkan daun kering yang telah dipotong-potong kecil dengan rapi, lalu ulangi untuk bagian belakang.
5. Pada bagian pegangan kipas, sampul dengan karton hijau dan kipas selesai dibuat.

Sabtu, 31 Oktober 2015

KASUS PELANGGARAN ETIKA PROFESI PT KAI 2006


KASUS PELANGGARAN ETIKA PROFESI PT KAI 2006

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan YME yang telah memberikan berkah kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan Makalah ini dengan judul “ Kasus Pelanggaran Etika Profesi Akuntansi PT. KAI 2006” . Adapun maksud dan tujuan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Akuntansi Internasional . 
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam kelancaran penyusunan makalah ini. Makalah yang penulis buat ini memang masih jauh dari kata sempurna baik dari bentuk penyusunannya maupun materinya. Ucapan terima kasih, penulis sampaikan kepada Olivia Febriya Anggraeni selaku dosen Mata Kuliah Akuntansi Internasional yang telah membantu memberikan masukan kepada penulis untuk pembuatan makalah ini. penulis mengucapkan terima kasih dan dengan segala kerendahan hati semoga. Makalah ini dapat bermanfaat dan dapat memberikan sumbangan pengetahuan bagi pembaca guna pengembangan selanjutnya dan dapat digunakan sebagai referensi sebagaimana mestinya 


BAB I
PENDAHULUAN

1.1            Latar Belakang
 Setiap profesi memiliki etika yang berbeda-beda. Namun, setiap etika harus dipatuhi karena etika berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara dan aturan dalam menjalankan sitiap pekerjaannya. Di dalam akuntansi juga memiliki etika yang harus di patuhi oleh setiap anggotanya. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota, baik yang berpraktik sebagai akuntan publik, bekerja di lingkungan dunia usaha, pada instansi pemerintah, maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya.
Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik. Namun, pada prakteknya pelanggaran kode etika profesi akuntansi masih saja terjadi di Indonesia.
Pada pembahasan kali ini, kami akan membahas mengenai pelanggaran kode etika profesi akuntansi yang terjadi di Indonesia. Dalam hal ini kami membahas mengenai kasus Pelanggaran Kode Etik Akuntansi yang terjadi didalam PT. KAI pada tahun 2006 yaitu kasus manipulasi laporan keuangan adalah yang dialami oleh PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI). Kasus ini menunjukkan bagaimana proses tata kelola yang dijalankan dalam suatu perusahaan dan bagaimana peran dari tiap-tiap organ pengawas dalam memastikan penyajian laporan keuangan tidak salah saji dan mampu menggambarkan keadaan keuangan perusahaan yang sebenarnya. Kasus PT. KAI berawal dari perbedaan pandangan antara Manajemen dan Komisaris, khususnya Ketua Komite Audit dimana Komisaris menolak menyetujui dan menandatangani laporan keuangan yang telah diaudit oleh Auditor Eksternal. Komisaris meminta untuk dilakukan audit ulang agar laporan keuangan dapat disajikan secara transparan dan sesuai dengan fakta yang ada. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kasus PT. KAI adalah rumitnya laporan keuangan. Adanta ketidakyakinan manajemen akan laporan keuangan yang telah disusun, ketika komite audit mempertanyakan laporan tersebut, manajemen merasa tidak yakin sehingga pihak manajemen menggunakan jasa auditor eksternal. manfaat dari jasa audit adalah memberikan informasi yang akurat dan dapat di percaya untuk pengambilan keputusan. laporan keuangan yang telah di audit oleh akuntan publik kewajarannya lebih dapat dipercaya

1.2.            Rumusan dan Batasan Masalah
1.2.1.      Rumusan Masalah
1.      Bagaimana opini penulis terhadap masalah yang terjadi pada kasus PT. KAI 2006
2.      Etika profesi apa yang dilanggar oleh PT. KAI? 

1.2.2.      Batasan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah diatas, penulis hanya membahas kasus PT. Kereta Api Indonesia pada tahun 2006. 

1.3.            Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui opini penulis tentang masalah apa yang terjadi pada PT. KAI
2.      Untuk mengetahui etika profesi apa yang dilanggar oleh PT . KAI



BAB II
LANDASAN TEORI


2.1  Pengertian Etika

Menurut bahasa Yunani Kuno, etika berasal dari kata ethikos yang berarti “timbul dari kebiasaan”. Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia.
Menurut Martin [1993], etika didefinisikan sebagai the discipline which can act as the performance index or reference for our control system“. Etika disebut juga filsafat moral. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak.

2.2  Kode Etik Profesi Akuntansi
Garis besar kode etik dan perilaku profesional adalah :
·         Kontribusi untuk masyarakat dan kesejahteraan manusia.
Prinsip mengenai kualitas hidup semua orang menegaskan kewajiban untuk
melindungi hak asasi manusia termasuk ancaman terhadap kesehatan dan keselamatan.
·         Hindari menyakiti orang lain.
“Harm” berarti konsekuensi cedera, seperti hilangnya informasi yang tidak
diinginkan, kehilangan harta benda, kerusakan harta benda, atau dampak lingkungan yang tidak diinginkan.
·         Bersikap jujur dan dapat dipercaya
Kejujuran merupakan komponen penting dari kepercayaan. Tanpa kepercayaan suatu organisasi tidak dapat berfungsi secara efektif.
·         Bersikap adil dan tidak mendiskriminasi nilai-nilai kesetaraan, toleransi, menghormati orang lain, dan prinsip-prinsip keadilan yang sama dalam mengatur perintah.
·          Hak milik yang temasuk hak cipta dan hak paten.
Pelanggaran hak cipta, hak paten, rahasia dagang dan syarat-syarat perjanjian lisensi dilarang oleh hukum di setiap keadaan.
·         Memberikan kredit yang pantas untuk properti intelektual.
Komputasi profesional diwajibkan untuk melindungi integritas dari kekayaan intelektual.
·          Menghormati privasi orang lain
Komputasi dan teknologi komunikasi memungkinkan pengumpulan dan pertukaran informasi pribadi pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah peradaban.
·         Kepercayaan
Prinsip kejujuran meluas ke masalah kerahasiaan informasi setiap kali salah satu telah membuat janji eksplisit untuk menghormati kerahasiaan atau, secara implisit, saat informasi pribadi tidak secara langsung berkaitan dengan pelaksanaan tugas seseorang.

2.3  Kode Etik Profesi Akuntansi

Etika profesi akuntan di Indonesia diatur dalam Kode Etik Akuntan Indonesia. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota, baik yang berpraktik sebagai akuntan publik, bekerja di lingkungan dunia usaha, pada instansi pemerintah, maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian:1. Prinsip Etika, prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota. 2. Aturan Etika, aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan 3. Interpretasi Aturan Etika, Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya. 


2.4  Prinsip Etika Profesi Akuntan Menurut IAI

Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Akuntan Etika yang mengaatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota, sedangkan Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan. Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya. Prinsip Etika Profesi dalam Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia menyatakan pengakuan profesi akan tanggungjawabnya kepada publik, pemakai jasa akuntan, dan rekan. Prinsip ini memandu anggota dalam memenuhi tanggung-jawab profesionalnya dan merupakan landasan dasar perilaku etika dan perilaku profesionalnya. Prinsip ini meminta komitmen untuk berperilaku terhormat, bahkan dengan pengorbanan keuntungan pribadi. Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik.
Prinsip Etika Profesi Akuntan
A.    Tanggung Jawab Profesi
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.
B.     Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.
C.     Integritas
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.
D.    Obyektivitas
Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.
E.     Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya tkngan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh matifaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi dan teknik yang paling mutakhir.
F.      Kerahasiaan
Setiap anggota harus, menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.
G.    Perilaku Profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.
H.    Standar Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar proesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.

 

BAB III
PEMBAHASAN

3.1  Kasus Manipulasi Laporan Keuangan PT. KAI tahun 2006 

Manipulasi Laporan Keuangan PT KAI dalam kasus tersebut terdeteksi adanya kecurangan dalam penyajian laporan keuangan. Ini merupakan suatu bentuk penipuan yang dapat menyesatkan investor dan stakeholder lainnya. Kasus ini juga berkaitan dengan masalah pelanggaran kode etik profesi akuntansi.
Diduga terjadi manipulasi data dalam laporan keuangan PT KAI tahun 2005, perusahaan BUMN itu dicatat meraih keutungan sebesar Rp, 6,9 Miliar. Padahal apabila diteliti dan dikaji lebih rinci, perusahaan seharusnya menderita kerugian sebesar Rp. 63 Miliar. Komisaris PT KAI Hekinus Manao yang juga sebagai Direktur Informasi dan Akuntansi Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara Departemen Keuangan mengatakan, laporan keuangan itu telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik S. Manan.  Audit terhadap laporan keuangan PT KAI untuk tahun 2003 dan tahun-tahun sebelumnya dilakukan oleh Badan Pemeriksan Keuangan (BPK), untuk tahun 2004 diaudit oleh BPK dan akuntan publik.
Hasil audit tersebut kemudian diserahkan direksi PT KAI untuk disetujui sebelum disampaikan dalam rapat umum pemegang saham, dan komisaris PT KAI yaitu Hekinus Manao menolak menyetujui laporan keuangan PT KAI tahun 2005 yang telah diaudit oleh akuntan publik. Setelah hasil audit diteliti dengan seksama, ditemukan adanya kejanggalan dari laporan keuangan PT KAI tahun 2005 :

1.      Pajak pihak ke tiga sudah tiga tahun tidak pernah ditagih, tetapi dalam laporan keuangan itu dimasukkan sebagai pendapatan PT KAI selama tahun 2005.
2.      Kewajiban PT KAI untuk membayar surat ketetapan pajak (SKP) pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar Rp 95,2 Miliar yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak pada akhir tahun 2003 disajikan dalam laporan keuangan sebagai piutang atau tagihan kepada beberapa pelanggan yang seharusnya menanggung beban pajak itu. Padahal berdasarkan Standart Akuntansi, pajak pihak ketiga yang tidak pernah ditagih itu tidak bisa dimasukkan sebagai aset. Di PT KAI ada kekeliruan direksi dalam mencatat penerimaan perusahaan selama tahun 2005.
3.      Penurunan nilai persediaan suku cadang dan perlengkapan sebesar Rp 24 Miliar yang diketahui pada saat dilakukan inventarisasi tahun 2002 diakui manajemen PT KAI sebagai kerugian secara bertahap selama lima tahun. Pada akhir tahun 2005 masih tersisa saldo penurunan nilai yang belum dibebankan sebagai kerugian sebesar Rp 6 Miliar, yang seharusnya dibebankan seluruhnya dalam tahun 2005.
4.      Bantuan pemerintah yang belum ditentukan statusnya dengan modal total nilai komulatif sebesar Rp 674,5 Miliar dan penyertaan modal negara sebesar Rp 70 Miliar oleh manajemen PT KAI disajikan dalam neraca per 31 Desember 2005 sebagai bagian dari hutang. Akan tetapi menurut Hekinus bantuan pemerintah dan penyertaan modal harus disajikan sebagai bagian dari modal perseroan.
5.      Manajemen PT KAI tidak melakukan pencadangan kerugian terhadap kemungkinan tidak tertagihnya kewajiban pajak yang seharusnya telah dibebankan kepada pelanggan pada saat jasa angkutannya diberikan PT KAI tahun 1998 sampai 2003.

Perbedaan pendapat terhadap laporan keuangan antara komisaris dan auditor akuntan publik terjadi karena PT KAI tidak memiliki tata kelola perusahaan yang baik. Ketiadaan tata kelola yang baik itu juga membuat komite audit (komisaris) PT KAI baru bisa dibuka akses terhadap laporan keuangan setelah diaudit akuntan publik. Akuntan publik yang telah mengaudit laporan keuangan PT KAI tahun 2005 segera diperiksa oleh Badan Peradilan Profesi Akuntan Publik. Jika terbukti bersalah, akuntan publik itu diberi sanksi teguran atau pencabutan izin praktek. (Harian KOMPAS Tanggal 5 Agustus 2006 dan 8 Agustus 2006).




BAB IV
PENUTUP
4.1  Kesimpulan 
     Maka dari kasus studi diatas tentang pelanggaran Etika dalam berbisnis itu merupakan suatu pelanggaran etika profesi perbankan pada PT. KAI pada tahun tersebut yang terjadi karena kesalahan manipulasi dan terdapat penyimpangan pada laporan keuangan PT. KAI tersebut. Pada kasus ini juga terjadi penipuan yang menyesatkan banyak pihak seperti investor. Seharusnya PT. KAI harus bertindak profesional dan jujur sesuai pada asas- asas etika profesi sebagai berikut ini:
·         Tanggung jawab profesi
Dimana seorang akuntan harus bertanggung jawab secara professional terhadap semua kegiatan yang dilakukannya. Akuntan Internal PT. KAI kurang bertanggung jawab karena dia tidak menelusuri kekeliruan dalam pencatatan dan memperbaiki kesalahan tersebut sehingga laporan keuangan yang dilaporkan merupakan keadaan dari posisi keuangan perusahaan yang sebenarnya. 
·         Kepentingan Publik
Dimana akuntan harus bekerja demi kepentingan publik atau mereka yang berhubungan dengan perusahaan seperti kreditur, investor, dan lain-lain. Dalam kasus ini akuntan PT. KAI diduga tidak bekerja demi kepentingan publik karena diduga sengaja memanupulasi laporan keuangan sehingga PT. KAI yang seharusnya menderita kerugian namun karena manipulasi tersebut PT. KAI terlihat mengalami keuntungan. Hal ini tentu saja sangat berbahaya, termasuk bagi PT. KAI. Karena, apabila kerugian tersebut semakin besar namun tidak dilaporkan, maka PT. KAI bisa tidak sanggup menanggulangi kerugian tersebut. 
·         Integritas
Dimana akuntan harus bekerja dengan profesionalisme yang tinggi. Dalam kasus ini akuntan PT. KAI tidak menjaga integritasnya, karena diduga telah melakukan manipulasi laporan keuangan. 
·         Objektifitas
Dimana akuntan harus bertindak obyektif dan bersikap independen atau tidak memihak siapapun. Dalam kasus ini akuntan PT. KAI diduga tidak obyektif karena diduga telah memanipulasi laporan keuangan sehingga hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu yang berada di PT. KAI. 
·         Kompetensi dan kehati-hatian professional
Akuntan dituntut harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan penuh kehati-hatian, kompetensi, dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesionalnya pada tingkat yang diperlukan. Dalam kasus ini, akuntan PT. KAI tidak melaksanakan kehati-hatian profesional sehingga terjadi kesalahan pencatatan yang mengakibatkan PT. KAI yang seharusnya menderita kerugian namun laporan keuangan mengalami keuntungan. 
·         Kerahasiaan
Akuntan harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya. Dalam kasusun ini akuntan sudah menerapkan prinsip kerahasiaan karena hanya melaporkan laporan yang dapat dipublikasikan saja. 
·         Perilaku professional
Akuntan sebagai seorang profesional dituntut untuk berperilaku konsisten selaras dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesinya. Dalam kasus ini akuntan PT. KAI diduga tidak berperilaku profesional yang menyebabkan kekeliruan dalam melaporkan laporan keuangan, dan hal ini dapat mendiskreditkan (mencoreng nama baik) profesinya. 
·         Standar teknis
Akuntan dalam menjalankan tugas profesionalnya harus mengacu dan mematuhi standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, akuntan mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut

Minggu, 04 Oktober 2015

Pelanggaran Etika Profesi Akuntansi

Kasus Dugaan Markup Pembelian Kapal Tungkal Samudra


Proses penyidikan kasus dugaan markup pembeliaan kapal Tungkal Samudra yang pada awalnya ditangani Kejati propinsi Jambi, namun kini dilimpahkan kembali ke Kejari Tanjung Jabung Barat , sepertinya sengaja di ulur, dan ada indikasi penegak hukum untuk memetieskan kasus ini.
Persepsi yang timbul dikalangan masyrakat ini muncul disebabkan karena terlalu lambannya penegak hukum (Kejari Tanjab Barat)dalam memproses kasus ini. Persepsi lain juga timbul, kelambanan atau ketidakberanian penegak hukum untuk mengungkap kasus ini dikarenakan orang-orang yang terlibat didalamnya diduga merupakan beberapa pejabat penting di Kabupaten ini.
Ketidak terbukaan pihak penegak hukum dalam memproses kasus juga menjadi salah satu faktor menambah kuatnya persepsi masyarakat tersebut. Masyarakat Kabupaten Tanjab Jabung Barat sejak awal terangkatnya kasus ini ke permukaan memang sudah menduga, jika kasus ini tidak akan pernah terungkap. Dugaan masyarakat itu muncul dikarenakan banyak kasus-kasus hukum yang melibatkan pejabat di Kabupaten ini sebelumnya, selalu berakhir dengan manis. Pejabat yang terlibat kebanyakan terlepas dari jeratan hukum. Contoh, kasus markup pembelian tanah untuk perluasan RSUD KH Daud Arief Kuala Tungkal, kasus suap mantan Kepala BKD Amirul Mukminin, kasus korupsi yang melibatkan 13 UPTD pendidikan, serta banyak kasus-kasus lainnya.

Kesimpulan

Dalam kasus ini, pejabat-pejabat penting di Kabupaten Tanjab Jabung Barat sudah dianggap salah, karena sudah merugikan Negara hingga miliaran rupiah yang salah satunya berdampak kepada masyarakat khususnya masyarakat kecil. Dan seharusnya juga penegak-penegak hukum di Indonesia harus lebih sigap dalam menangani khasus-khasus contoh seperti ini. Agar negara Indonesia terugikan hingga miliaran bahkan lebih, dan masyarakat tidak tertindas atau terpuruk lagi karena ulah-ulah pejabat atau petinggi-petinggi yang ada di Indonesia yang membuat negara dan warga masyarakat menjadi korban.


http://muarapost.blogspot.co.id/2013/06/kasus-dugaan-markup-pembelian-kapal_1.html 



Selasa, 30 Juni 2015

TOEFL Benefits for Business English

English is a very important lesson in the era of globalization. English language we have learned since we were sitting in elementary school. although sound easy but English is still often studied by the elderly, it shows how important English from young to old age. English language is important to apply for an institution and a job we later. therefore it is important to follow the TOEFL because it is a basic English language that is often used in an English language communication.

how important Tofel for students

TOEFL or Test of English as a Foreign Language is a test to see how far our understanding of the English language. In the academic environment / campus, TOEFL become one of the factors of graduation for students. No doubt, TOEFL actually looks like a frightening specter for each student. How not, many students who should be able to graduate on time actually even delayed only because of problems TOEFL. Therefore I want to share how important TOEFL regardless we like it or not.

As the fourth semester students, the TOEFL should be an important target. Inevitably I have to learn English. For me, English is the one language that is difficult to learn, especially in the aspect of listening. Mending the Java language or Indonesian. Although the structure is more difficult than English, but setidakya I can understand what is meant. Honestly when I hear people speak English with native English notation that dragged, the head feels going broke having to translate word for word. Other stories say that if the native Indonesian people, definitely clear and easy to understand.

In spite of it all, the TOEFL is very important. Especially for the academics. Mastering the language of Britain it has become a necessity if we do not want to say conservative. With the English language, we can go around the world without the need to fret how should communicate. If you are proficient in English, others will assume you were intelligent / smart

Minggu, 31 Mei 2015

Differences Between TOEIC and TOEFL

If English is not your first language, you will most likely have to take a test like the Test of English as a Foreign Language as part of your college application. Likewise, if you are applying for a job in an English-speaking country, you may have to take the Test of English for International Communication as part of the hiring process. There are several key differences between these two tests.

Who Takes the TOEFL vs. the TOEIC
The TOEFL measures the test-taker's ability to function in an English-speaking academic environment. The target test-taker for the TOEFL is a candidate for higher education in an English-speaking country. The TOEIC, on the other hand, measures the ability to function in a general work environment. This test is used in nonacademic settings as a measure of the ability of a current or potential employee to communicate effectively in English in a variety of business settings and situations.

Test Formats
The TOEFL is a four-section test that includes sections for reading, listening, speaking and writing. It is taken exclusively on the computer. The TOEIC is broken into two separate but complementary exams: the Reading and Listening Test, which is a paper-and-pencil test, and the Speaking and Writing Test, which is taken on a computer. The exams are broken up in this way so potential employers can choose to measure an employee's reading and listening or speaking and writing skills only, or all four language skills. The Reading and Listening Test will take about two-and-a-half hours to complete, and for the Speaking and Writing Test, the speaking section will last about 20 minutes, and the writing section will take 60 minutes to complete.

Test Content
In the TOEFL, the test-taker is measured on his ability to function in an academic environment. In this regard, the vocabulary on this test is academic in nature and is similar to the vocabulary used in college text books. The topics of the reading and listening passages are similarly academic. You may read a passage on bird migration, for example, or listen to a lecture from an economics course. The TOEIC, on the other hand, measures the test-taker's ability to function in a business environment. Topics may range from dining out in a restaurant to presenting in a budget meeting.

Test Scores

On the TOEFL iBT, the maximum possible score is 120 -- 30 points for each of the four sections. There is no "passing score" and colleges and universities will have their own requirements for admission, which test-takers can find information about through the admissions office. The TOEIC Reading and Listening test gives the test-taker a score of 10 to 990, which corresponds to bands in the Common European Framework measure of English proficiency. A test-taker will receive scores of zero to 200 for the Speaking and Writing Tests separately, again which corresponds to the CEF standards of English-language proficiency measurements.

Conclusion :
TOEIC score starts from 400 to 990. There are 6 levels are novice, elementary, intermediate, basic working proficiency, advanced proficiency working, and general professional proficiency. While TOEFL score of 310 has a range of up to 677. You must have a minimum TOEFL score of 550. There are three levels in the TOEFL IBT (Internet Based Test), CBT (Computer Based Test), and PBT (Paper Based Test). TOEFL score has a validity period of only two years, if it has been more than two years you have to take the TOEFL test again.

if you want to master the use of the TOEIC then you should be able to know the basis of TOEFL beforehand.

Source :
http://education.seattlepi.com/differences-between-toefl-toeic-1513.html

Kamis, 30 April 2015

Strategies of Reading and Structure



        Before you can ace a test, you have to understand what it’s testing. The TOEFL reading section is a test on how well you can read and understand passages in written English. On the TOEFL reading section, you’ll get three to four passages. These passages are written like textbooks; you won’t see anything weird, like poetry. Each passage will be followed by 12-14 questions. That’s 36-56 questions in total. The questions will only ask you about information in the passage. It’s a test of reading comprehension, not outside knowledge. Most of the questions will be multiple-choice, but you’ll also get a few special type called ‘reading to learn questions,’ which you’ll learn about later in this lesson. There won’t be any essays.

Preparation Strategies

        Read, Read, Read. Read in English regularly. Focus on academic texts from university textbooks or other materials. Do not stick to one or two topics that you are interested in. Read from variety of subjects - science, social science, business, arts, geography, history, economics, and others. Academic texts, apart from textbooks, could be found in variety of articles and academic publications on the Internet or university libraries.

  Read
It might sound obvious but the best way to practice for TOEFL’s reading test is to read as much as possible beforehand on as wide a variety of topics as possible. Current affairs, health, sports, it doesn’t matter. Also, cover all the media in your reading materials like books, online texts, and also magazines. Familiarize yourself also with the size of texts that are 700 words long.
Keep a Vocabulary Notebook
How to do remember what you have to do everyday? Do you write lists on paper? Do you keep an online agenda? Do you stick yellow post-its on your fridge? It doesn’t matter. Do the same with new vocabulary. Build a vocabulary bank and refer to it as often as you can to refresh it in your memory. This will help you develop a strong vocabulary that should be a great help to you when you sit TOEFL’s reading test.
Practice Past Tests
You need to always remember that TOEFL is a standardized test. This means it always follows the same format. Practice past tests to familiarize yourself with the format.
Practice Staying Within The Time Limit
As well as familiarizing yourself with the structure of the exam, you need to practice working within the time limit. When you practice past exams respect the time constraints. Set an alarm clock if necessary. Remember that in TOEFL iBT the software will cut you off when you reach the time limit so it is critical you learn to work within it.


1. Which of the following is the main topic of the passage? 
A. The beauty of the world 
B. The quality of life 
C. The preservation of species 
D. The balance of nature
Answer : A

2.  
2. The pronoun "he" in line 8 refers to
A. Thomas Paine
B. Ben Franklin
C. Ben Franklin's brother
D. Poor Richard
Answer  : B


3.     3. The paragraph preceding this passage most likely discusses
A. How literature influence the population B.  Religious and moral literature 
C. Literature supporting the cause of the American Revolution 
D. What made Thomas Paine's literature successfu
Answer : B


4.It can be inferred from the passage that the author :
A. is a member of the “deep ecology” movement
B. doesn’t agree with ecological self-interest
C. supports all of the arguments to protect species
D. participated in drafting the Charter for Nature
Answer : C


5   5. In line 6, "classes" is closest in meaning to
A.Sexes
B. Colonies
C. Courses
D. Categories
Answer : D

SOURCE : 
 source :
http://i-courses.org/reading-tips
http://berita-english.blogspot.com/2014/01/soal-toefl-reading-dan-kunci-jawabanpre-test-longman.html
http://study.com/academy/lesson/toefl-reading-section-strategies.html